dk profil

KUMPULAN  CERPEN SISWA SMP DHARMA KARYA UT Pamulang Tangerang Selatan

Nama : Andradito Muhammad Wisnu
SMP Dharma Karya UT
Jln. Talas II/30 Pondok Cabe Ilir Pamulang Tangerang Selatan
Kelas : 7(tujuh )
Usia : 12 tahun

Dalam Keadaan Tidak Sadar
Saat bel istirahat, aku memikirkan alam.  Aku memikirkan pohon-pohon yang semakin lama semakin sedikit. Aku kasihan kepada pohon itu. Karena pohon yang memberikan kita nafas, tetapi kita yang malah membunuhnya. Aku tidak suka pohon-pohon itu mati karena penebangan liar.
Saat terdiam, aku tiba-tiba masuk  ke dunia yang penuh dengan pohon. Aku melihat pohon-pohon di bumi sakit parah dan hampir mati. Pada saat itu aku melihat ada pohon yang sangat besar dan sangat tinggi sekali. Aku mendekatinya dan aku berbicara padanya.
“Berapa usiamu?”, tanyaku. Pohon itu tidak menjawabnya. Aku bertanya sekali lagi, dan tidak di jawab pula. Di sebelah pohon itu, aku melihat ada pohon yang sedang sakit. Perlahan-lahan aku mendekatinya.
“Hallo!”,aku memberi salam padanya.
“Hai”, jawab pohon itu. Dia meminta tolong padaku, untuk menyelamatkannya. Aku terdiam beberapa saat. Lalu pohon itu memintaku lagi untuk menyelamatkannya.
“Apa yang harus kulakukan?” aku menjawab dengan penuh tanda tanya.
“Tolong hentikan penebangan liar dan asap-asap yang membuatku seperti ini!. Aku sudah tidak mempunyai sahabatku lagi”, jawab dia sambil terbatuk-batuk.
“Hah? Aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Tolong ceritakan padaku apa yang telah terjadi padamu dan sahabatmu!”.
“Saat 15 tahun yang lalu. Aku ditanam oleh sahabatku yang bernama Somat. Dia sangat senang merawatku. Saat aku telah tumbuh besar, Somat akan pindah rumah. Somat tidak ingin pindah rumah karena masih ada aku di rumah itu. Aku mndengar suara Somat yang tidak ingin pindah rumah. Aku mendengarnya sambil terharu. Akhirnya orangtua Somat pun berniat untuk memindahkanku dari rumah itu, ke rumah barunya. Saat aku dijalan, aku hampir kehabisan nafas. Aku ingin cepat-cepat ditanam lagi. Saat sesampainya di rumah itu, aku tidak langsung ditanam.  Aku berfikir ajalku sudah dekat lagi. Lalu aku pingsan. Dalam pingsanku, aku mendengar suara Somat yang meminta kepada orangtua nya agar aku ditanam hari itu juga. Orangtua nya menjawab dengan rasa sedikit amarah karena orangtua Somat sedang sibuk menata barang-barang. Orangtua Somat akan menanamku besok. Tetapi Somat tetap ingin aku ditanam hari itu. Somat diam-diam pergi keluar rumah untuk menanamku. Tetapi Somat ketahuan oleh orangtuanya. Somat dinasehati oleh orangtuanya. Akhirnya Somat mengikuti apa yang dikatakan oleh orangtuanya. Walaupun ada sedikit rasa kesal dan kecewa. Pada malam hari, aku mendengar ada suara orang yang memanggilku. Saat aku bangun, ternyata di sebelahku sudah ada pohon yang besar. Dia mengatakan kepadaku bahwa aku sudah ditanam olehnya. Aku sangat berterima kasih padanya. Kita berkenalan. Ternyata dia bernama Guno. Saat aku  sudah tumbuh besar, dan Somat pun sudah besar. Keluarga Somat akan pindah rumah lagi. Karena di daerah rumah itu sangat banyak sekali sampah-sampah yang menumpuk dan polusi. Ternyata Somat sudah tidak memikirkanku lagi. Pada saat pergi, Somat tidak mengucapkan satu kata pun kepadaku. Apa lagi memegangku dan memindahkanku lagi. Akhirnya Somat pergi meninggalkaku. Untungnya ada Guno yang menemaniku di saat sedih dan kesepian. Karena sudah tidak ada Somat lagi yang menyayangiku. Semakin lama aku dan Guno semakin besar. Guno sakit karena banyak polusi yang menghambat pernafasanya. Guno semakin hari semakin sakit. Dan dia mati beberapa lama sebelum kamu datang.”
Aku terharu mendengar saat mendengar cerita itu. Aku ingin menyelamatkan nya. Tetapi aku sudah terlambat.
Tiba-tiba aku tersadarkan oleh suara bel masuk kelas. Aku baru tau bahwa yang tadi itu hanya mimpi. Lalu aku segera masuk kelas.
 Saat perjalanan menuju rumah, aku melihat ada rumah yang sangat banyak sekali pohonnya. Aku sangat senang kalau tinggal di rumah itu. Karena udara nya pasti sejuk. Akhirnya aku sampai rumah. Saat pagi hari, aku siap-siap untuk pergi ke sekolah. Saat perjalanan menuju sekolah, aku melihat rumah yang dipenuhi oleh pohon, sekarang sudah ditebangi semua pohonnya. Aku sangat tidak suka kepada orang yang memperbolehkan pohon-pohon itu ditebang. Sesampai di sekolah, aku langsung masuk kelas dan mulai belajar. Saat di tengah pelajaran, ada pengumuman supaya siswa dan siswi berkumpul di lapangan. Ternyata ada penyuluhan tentang pohon. Setelah diberi penyuluhan, anak-anak disuruh untuk membawa tanaman besok. Aku ingin membawa pohon, karena nantinya pohon itu akan tumbuh besar.
Di rumah aku meminta ibuku untuk menghantarkanku ke tempat penjual tanaman. Se Sesampai di sana, aku memilih pohon yang aku inginkan dan aku membelinya. Keesokan harinya, aku membawa pohon yang kemarin aku beli bersama ibu. Sesampainya di sekolah, aku langsung mengumpulkannya ke guru piket. 


 

Nama : Aulia Mearlyshya Aninda Rahmatyana

SMP Dharma Karya UT
Jln. Talas II/30 Pondok Cabe Ilir Pamulang Tangerang Selatan
Kelas : 7(tujuh )
Usia : 12 tahun

DUNIA PLASTIK

Candy adalah gadis berumur 12 tahun yang gemar membaca buku. Dia sangat suka membaca buku. Bahkan di sekolahnya pun, ia di juluki si kutu buku. Di rak bukunya terdapat puluhan bahkan ratusan buku-buku.

  “Candy…..banguun!”  teriak Mama.
   “Iya ma….. ,“balas Candy. Candy pun segera beranjak dari tempat tidurnya.
Candy pun segera bergegas menuju ruang makan, Di sana sudah ada Mama, Papa, dan kak.Krystal.
   “Pagi Candy..... “kata Kak.Krystal.
   “Pagi Kak,Ma,Pa... “balas Candy.
   “Ayo Candy dimakan…Mama sudah masak makanan kesukaan mu, “kata Mama.
   “Waah...ada nasi goreng dan telur mata sapi...mmm yummy, “gumam Candy.
   “hehehe...ayo dimakan Can...., “balas Mama.
Setelah selesai sarapan,Candy segera bergegas menuju kamar mandi dan memakai seragam.
    “Candy.....ayoo come on..nanti telat! “teriak Kak.Krystal.
    “Iya...aduh sabar doong! “balas Candy.
Mereka berdua pun berpamitan dengan Mama.
 Sesampainya di sekolah.
    “Can...kakak duluan ya.., “kata ka Krystal.
     “Iya…ka,”
Kak.Krystal sudah berjalan meninggalkan candy menuju ruang kelas 8. Sedangkan Candy sedang menunggu kedua sahabatnya yaitu,Laras dan Bella.
 Akhirnya Laras dan Bella pun tiba hampir bersamaan.
       “Heei..Can,Bell! “kata Laras.
        “Heei...Laras ,“balas Candy.

Mereka bertiga pun berjalan menuju ruang kelas 71. Sesampainya di kelas,mereka segera menyiapkan buku pelajaran PLH. Bu.Reny guru pelajaran PLH memasuki ruangan.

         “Selamat pagi anak-anak !“kata bu Reny sambil berjalan menuju meja guru.
          “Selamat pagi Bu.... “
          “Oke,hari ini kita belajar tentang daur ulang ya!“
          “Iya bu.....“
          “Sekarang keluarkan bukunya masing-masing! “
          “Sudah Bu.... “jawab murid-murid kelas 7.1

Akhirnya Bu.Reny menjelaskan tentang daur  ulang. Sebelumnya apasih daur ulang itu? Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan. salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle). Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik.

       “ Kriiing….kringggg!!“ bel tanda jam istirahat pun berdering, menandakan bahwa saatnya istirahat.
          “Can….kita ke kantin yuk,“ ajak Laras.
          “Ayo…Ras!“ jawab Candy.

      Tak lupa mereka berdua mengajak Bella.
           “ Bell..mau ikut kita ke kantin gak?“tanya Candy.
           “Boleh deh…yuk!“

       Mereka bertiga berjalan menuju kantin. Setibanya di kantin,mereka langsung membeli makanan dan minuman.
           “ Bell…kamu mau beli apa?“tanya Candy.
           “Hmm…aku mau beli spaghetti,  minumnya milkshake,“ jawab Bella.
           “Baiklah aku mau beli  fried chicken sama ice lemon tea,“ balas Candy.
           “Kalau aku mau beli bakso sama ice tea aja,“ sambung laras.
      Mereka bertiga akhirnya membeli pesanan masing-masing.  Mereka langsung melahapnya sampai habis sambil berbincang-bincang. Bel tanda pelajaran kedua pun berbunyi.

           “ Can,Ras…sudah bel tuh…ayo kita ke kelas!“ajak Bella.
           “ Ayo!“jawab Candy dan Laras serempak.

        Tidak terasa bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,semua murid-murid pun merapihkan barang-barangnya dan tidak lupa membaca doa sebelum pulang.

           “Can,Ras,aku  duluan yah..aku sudah di jemput,“ kata Bella.
           “Oke deh Bell,hati-hati ya!“jawab Candy.
           “Bye….hati-hati Bell!“sambung Laras.

       Tak lama Laras pun dijemput oleh Mamanya.
           “Can…aku duluan ya!aku sudah dijemput sama Mama,“kata Laras,
           “ Iya Ras,hati-hati ya,“jawab Candy.
        Sekolah pun telah sunyi dan sepi,hanya ada guru dan karyawan sekolah. Candy merasa kesepian. Teriknya matahari yang menyengat siang itu membuat Candy jengkel.

            “Haduuh..panas banget hari ini..Pak.Maman di mana ya?“
       Akhirnya setelah satu jam menunggu, Pak.Maman akhirnya datang.
          “Itu dia Pak.Maman,huuh….,“kata Candy kesal.
       Candy berjalan menuju gerbang sekolah. Di perjalanan menuju rumah, Candy cemberut saja.
          “Non Candy kenapa?kok cemberut saja? marah ya sama Pak.Maman? gara-gara pak Maman telat jemput?“ tanya Pak Mamat.
        Candy tidak menjawab pertanyaan dari Pak Maman.Sekali lagi Pak  Maman meminta maaf kepada Candy. Maklum,Pak Maman  adalah sopir pribadinya Candy, mereka sudah seperti sahabat.

          “Non…maafkan Pak Maman ya..tadi telat  jemput Non karena macet, sekarang di mana-mana tidak ada yang tidak macet Non. Maafkan Pak Maman ya !“tanya Pak Maman.
          “Heem…yaudah deh..tapi janji ya Pak,  jangan telat jemput lagi!“ jawab Candy.
          “Siaaap Non“balas Pak Maman.
        Akhirnya mereka sampai di rumah. Candy langsung menuju kamarnya untuk mengganti baju seragamnya.Setelah itu ia bergegas menuju ruang makan.
           “Mbok…Yem..hari ini masak apa?“tanya Candy.
          “Ini Non Si Mbok masak sayur cah kangkung,ayam goreng,tempe,tahu,dan sambal.“jawab Mbok.Yem.
           “Asiik…heem enak.Makasih ya Mbok,“balas Candy.
          “Iya Non sama-sama,“ 
         Setelah selesai makan, Candy berjalan menuju kamarnya. Candy pun langsung membaca buku yang berjudul Daur Ulang Plastik.
          “Wah…baca buku ini sepertinya seru,“kata Candy.
         Buku itu berisi tentang cara-cara mendaur ulang plastik bekas pakai,contohnya plastik detergen,sabun cuci,pewangi pakaian dan lain-lain.Buku itu juga membuat Candy terinspirasi untuk membuat suatu barang menggunakan plastik tersebut. Misalnya tas,sandal jepit,dompet,tempat pensil, dan masih banyak lagi.Candy segera bergegas menuju dapur untuk mencari plastik tersebut.
         “Mbok…mbok menyimpan plastik bekas pewangi pakaian atau sabun cuci piring gak “tanya Candy.
         “Ada Non,memangnya buat apa ya?“tanya mbok Yem.
          “Gini mbok Candy mau buat kerajinan tangan dari plastik,“jawab  Candy.
          “Sebentar ya Non, si mbok cari dulu“
       Setelah menunggu,mbok Yem datang membawa sejumlah plastik.
          “Ini Non,plastiknya“
          “Makasih Mbok,“jawab Candy.

       Sebelum menuju kamarnya,Candy mengambil beberapa alat untuk membantunya.
          “Oke..sekarang saatnya dimulai,“ kata Candy.
       tiga jam kemudian, kerajinan tangan Candy belum selesai juga. Candy sudah lelah dan mengantuk. Candy langsung membereskan alat-alatnya, sebelum tidur  Candy menuju kamar mandi untuk mandi sore. Karena kelelahan, Candy tertidur pulas di kasur empuknya. Jam menunjukkan pukul enam sore. Mbok Yem membangunkan Candy untuk belajar.

          “Non,ayo bangun!saatnya belajar!“perintah Mbok Yem.
          “Iya Mbok,“jawab Candy.

     Candy pun membereskan buku pelajarannya dan membaca bukunya. Saat jam menunjukkan pukul sembilan malam Candy pun langsung tidur. Hari itu sepi sekali karena Mama,Papa,dan Kak Krystal sibuk dengan urusannya masing-masing.Untungnya di rumah masih ada Mbok Yem. 

           “Hoaamm…sudah ngantuk,aku tidur sajalah“
      Candy segera menuju kealam mimpinya,malam itu ia bermimpi berkunjung ke sebuah dunia yang berisi sampah-sampah plastik bekas pakai. Candy bertemu dengan makhluk aneh. Ternyata itu, adalah sebuah bakteri dan anehnya lagi dia dapat berbicara. Saat bertemu dengan makhluk itu Candy merasa heran dan takut.
           “K..kk..kamu siapa?”tanya Candy dengan terbata-bata.
           “Hei..jangan takut!namaku Dijen, aku adalah makhluk dunia plastik“kata makhluk tersebut.
           “Ha..aai..namaku Candy“jawab Candy dengan terbata-bata.
           “Jangan takut, bagaimana kalau kita jalan-jalan di sekitar dunia plastik?“ajak Dijen.
         “Baiklah..ayo! “jawab Candy.
      Mereka berjalan-jalan bersama.Candy berkenalan dengan teman-teman Dijen. Diantaranya, Sunli, Bubu, Porsie, Cling, dan masih banyak yang lainnya. Dijen menunjukkan sebuah ruangan yang mirip seperti pabrik besar yang berisi sampah-sampah plastik.Yang berjumlah ratusan bahkan ribuan.

             “Lihatlah…ini adalah pabrik kami.”kata Dijen sambil membuka pintu raksaksa.
             “Untuk apa kalian bekerja disini?”tanya Candy dengan heran.
             “Kami bekerja di sini untuk menguraikan plastik-plastik tersebut”jawab Dijen.
             “Oh…begitu, berapa lama kalian menguraikan plastik-plastik tersebut?”Tanya Candy.
        “Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia.“jawab Dijen.

                “Lama sekali!“jawab Candy kaget.
                 “Ya,mulai sekarang, selamatkanlah Bumi kita. Dengan mengurangi penggunaan plastik! untuk kepentingan kita bersama. Hal sekecil itu dapat membantu kami.Tolong kami…tolong kami….,”kata Dijen.

     Candy langsung terbangun dari tidurnya,  ia teringat oleh pesan Dijen. Candy akan memberitahu kepada teman-teman di sekolahnya bahwa menguraikan plastik butuh waktu yang sangat lama. Mulai sekarang Candy akan mengurangkan penggunaan plastik.Candy berjanji pada dirinya sendiri.
Keesokan harinya.

      “Selamat pagi anak-anak”kata Bu. Frossa wali kelas 71, sambil memasuki ruang kelas.
      “Pagi Bu…,”jawab anak-anak serempak..
      “Ibu akan membagikan nilai ulangan bahasa Indonesia.sekarang, Zahra ayo bagikan!Jangan lupa diberitahu ke orang tuanya ya..!”perintah Bu.Frossa.

  Mereka melihat nilai mereka masing-masing, dan Pelajaran Bahasa Indonesia pun berlangsung.Tak terasa bel istirahat pun berbunyi.

      ”Ras,ke kantin yuk..,”ajak Bella.
      “Ayo deeh,”jawab Laras.
      “Oh ya…mau ikut gak Can?”Tanya Bella.
      “Engga deh..aku bawa bekal dari rumah,”jawab Candy sambil mengeluarkan kotak makanannya.
       “Oke deh…kita ke kantin dulu ya,”kata Laras sambil berlalu ke luar kelas.
  
Candy pun membuka kotak makanan kesayangannya yang berwarna pink dan bermerek Tupperware. Candy langsung menyantap bekalnya dengan lahap.Tak terasa bel masuk pun berbunyi,murid-murid bergerombol masuk ke kelas masing-masing. Sekarang waktunya pelajaran matematika,Bu. Okty segera masuk ke ruang kelas 71.
      “Selamat pagi anak-anak,sekarang buka buku paket halaman 40 tentang sudut dan garis-garis sejajar!”Bu Okty memulai mengajar di kelas tersebut.
      “Baik bu…,”jawab anak-anak serempak
   
    Satu jam berlalu bel tanda pergantian pelajaran berbunyi.
       “Anak-anak sekian dulu ya pelajaran matematika hari ini,selamat pagi.kata Bu.Okty sambil meninggalkan kelas.
     Bu.Okty sudah meninggalkan kelas, sekarang waktunya untuk pelajaran  Biologi.Bu Sherly guru biologi memasuki kelas.
        “Selamat siang anak-anak!”kata Bu. Sherly lantang.
        “Selamat siang bu…,”jawab anak-anak serempak.
        “Sekarang buka buku paket kalian masing-masing  Bab Ekosistem.!”perintah Bu Sherly.
         “Baik,  Bu,”jawab anak-anak. 

      Bu Sherly menjelaskan tentang Ekosistem.Setelah selesai menjelaskan Bu Sherly memberikan pekerjaan rumah untuk murid 71.Bel tanda pulang pun berdering,semua murid merapihkan barang bawaannya dan membaca doa bersama-sama.Pak Maman sudah menunggu di tempat parkir sekolah.Candy pun segera berlari ke mobilnya.Sesampainya di rumah Candy segera mengganti pakaiannya dan langsung menuju ruang makan.
            “Mbok…hari ini masak apa?”tanya Candy sambil mengelus-elus perutnya yang keroncongan.
             ”Mbok masak sayur sop,balado telur, dan tempe tepung,”jawab mbok Yem
             “Yummy…,”jawab Candy sambil menatap makanannya.
             “Non Candy mau mbok ambilkan makanannya?”tanya mbok Yem.
             ”Tidak usah mbok biar Candy saja, “jawab Candy.
             “Ya sudah Non,Mbok mau melanjutkan menggosok pakaian dulu, “kata Mbok
             “Iya Mbok “jawab Candy sambil menyuap sesendok makanannya.
Candy pun menyantap makan siangnya.Setelah selesai makan siang Candy pergi ke kamarnya untuk membaca buku.
       “Baca buku apa ya?Petualangan Dua Sahabat atau Pohonku Sahabatku?”kata Candy.
        “Petualangan Dua Sahabat saja,”kata Candy.
Buku itu bercerita tentang dua sahabat yang berpetualang di sebuah hutan.Hutan itu berisi berbagai macam tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan langka. Pada suatu saat kedua sahabat itu menemukan sebuah bangunan besar yang ada di hutan tersebut.Ternyata bangunan itu adalah tempat penyimpanan kayu dari pohon-pohon besar. Mereka tidak hanya diam, kalau pohon-pohon terus-menerus ditebang  tidak ada lagi daerah resapan air dan itu membuat berbagai macam bencana. Misalnya, banjir dan longsor itu adalah dua bencana yang sering terjadi di musim penghujan. Mereka pun segera melaporkannya ke petugas yang berwajib.A khirnya,berkat kerjasama mereka sekelompok penebang liar pun tertangkap.

          “Hooaam….,”Candy menguap,akhirnya ia pun tertidur pulas di kasur empuknya.
Sore itu awan sangat kelabu,matahari pun tidak lagi menunjukkan sinarnya.Tetes demi tetes air turun dari langit dengan sangat derasnya. Petir yang amat sangat dahsyat tiba-tiba berbunyi, membangunkan Candy dari tidur nyenyaknya.

          “Astagfirullah…petirnya besar sekali,”kata Candy kaget.
Candy pun segera keluar kamar.Ternyata air bah sudah mulai memasuki lantai satu di rumah mewahnya.Mama,Kak Krystal dan mbok Yem berlari menuju lantai dua.

            “Ya Allah,kok bisa  terjadi seperti ini? Mama..kakak...mbok....jangan tinggalkan Candy sendirian, “kata Candy dengan sedih.
            “Mama, Kakak,dan Mbok tidak akan meninggalkan Candy, “kata Mama sambil berlinang air mata.
             “Krystal kamu mau kemana?”tanya Mama
 Krystal tidak menjawab pertanyaan mama. Tiba-tiba Kak Krystal berlari menuruni anak tangga,ia berusaha untuk menggambil laptop kesayangannya. Tak di sangka ia terpeleset dari tangga dan hanyut terbawa air bah di rumahnya.
              “Ma,Candy, Mbok tolong Krystal!”kata kak Krystal.
              “Kakak,jangan tinggalkan Candy ka!kakak!!”teriak Candy sambil menangis.
              “Krystal…ayo berenang kamu pasti bisa Krystal!”teriak Mama sambil mengulurkan tangannya.
               “Krystal gak kuat ma,arusnya terlalu kencang!”kata kak Krystal dengan wajah pasrah.
               “Ayo ka,kakak pasti bisa!!Candy cari tali dulu ya!Mama dan mbok jagain kak Krystal dulu ya!”kata Candy dengan berlinang air mata.
               “Biar Mbok tolong non Krystal dulu,”kata mbok Yem.
 Tak disangka ternyata Mbok juga terbawa arus air yang sangat deras.Setelah sebuah tali didapatkan Candy, ternyata kak Krystal dan Mbok sudah hilang terbawa arus air yang menerjang kompleks perumahan elite di Pluit.

                 “Ma,!mana kak Krystal dan Mbok mana?”tanya Candy dengan mata berkaca-kaca. Mama tidak menjawab.Mama hanya menangis sambil mencari-cari tubuh Krystal dan Mbok.
                  “Ma,!jawab pertanyaan Candy !jangan hanya diam saja !ayo jawab!”kata Candy dengan muka memerah dan air mata berlinang di pipinya.
                “Kak!kakak jawab Candy kak!kakak masih ada disini kan?ayo jawab ka!Mbok!mbok juga kan?”teriak Candy sambil menuruni tiga anak tangga
                “Kakak!!Mbok!!”teriak Candy sambil menangis dipelukkan mamanya.
Kak Krystal adalah satu-satunya kakak kandung Candy.Candy sangat sayang dengan kakaknya.Begitu juga kak Krystal.Mbok Yem adalah pengasuh Candy sejak Candy masi h bayi.Tapi sayang, maut memisahkan mereka bertiga.
                 “Mama!ce..cepat telefon papa!”kata Candy terbata-bata.
                 “Iya,  Nak,sabar ya!”kata mama dengan sedih.

Mama Candy menelefon papa Candy,dan ternyata papanya terjebak di kantornya.Ia tidak bisa turun dari lantai sepuluh di gedung tersebut,karena listrik di kantornya padam,diluar pun air menggenangi jalan sampai ketinggian sekitar satu meter.
                 “Halo,papa ini mama.Di rumah banjir sudah menggenangi lantai satu,dan yang lebih parah lagi……Krystal dan Mbok hanyut terbawa arus air”kata mama sambil menangis kencang.
            “Astagfirullah,kok bisa Ma ?Ya Allah..., Papa segera pulang sekarang ! “kata papa dengan nada sedih.

Papa dan mama menghentikan pembicaraan mereka dari telepon genggamnya.Lima jam pasca banjir air belum juga surut.Kekuatan air yang sangat dahsyat mengahcurkan kaca-kaca dan pintu rumah Candy.Papa belum juga tiba di rumah.Tiba-tiba tim SAR dan papa memasuki rumah Candy yang masih tergenang olah banjir.

                  “Papa…..,“teriak Candy sambil memeluk papanya.
                  “Iya sayang..kamu jangan takut ya!ada papa dan mama disini, “kata papa mencoba menenagkan Candy.
                  “Pa…kak Krystal dan mbok pa!mereka hilang!”kata Candy mulai menangis lagi.
                  “Sudah Candy jangan menangis lagi,kak Krystal dan mbok pasti selamat”kata papa sambil memeluk Candy.
                  “Kita mengungsi dulu ya di apartemen papa, “kata papa sambil membereskan baju-baju Candy,Papa,dan Mama.
                  “Ayo sini Candy papa gendong,airnya tinggi nanti kamu masuk angin.Ayo ma,sini pegang tangan papa!”Papa mencoba tenang dan tabah,padahal sebenarnya papa sangat kehilangan kak Krystal.Mereka bertiga pun menuju apartemen menggunaka perahu karet milik Tim SAR.Jakarta tergenang banjir saat itu.Malam yang sangat buruk bagi Candy dan keluarganya.Mereka bertiga pun tiba di apartemen papanya.Candy segera mengganti bajunya yang basah kuyub.Papa segera mencari informasi tentang keberadaan kak Krystal dan Mbok Yem.
  Dua hari pasca banjir keberadaan jasad kak Krystal telah ditemukan.Ia ditemukan di bantaran sungai Ciliwung.Sedangkan mbok Yem belum di ketemukan.
                  “Alhamdulillah Candy,kak Krystal sudah di ketemukan,”kata papa.
                  “Benar Pa?kak Krystal sudah diketemukan?ayo Pa kita ke sana! Ke tempat kak Krystal!”kata Candy dengan gembira.
                  “T..ta..pi,kak Krystal sudah tidak ada,”kata papa sedih.
                  “Tadi kata Papa sudah diketemukan, maksud Papa apa?”tanya Candy dengan mata berkaca-kaca.
                  “Kak Krystal sudah meninggal,”kata papa sambil meneteskan air mata.
                  “Apa Pa?Ya Allah..kakak!!”teriak Candy histeris.
                 “Candy sudah Candy ikhlas kan kepergian kak Krystal!”kata mama mencoba menenangkan Candy.
                  “Iya Can!”tambah papa.
Mama dan Papa memeluk Candy,mencoba untuk menenangkan Candy.Mereka bertiga segera menuju posko banjir di dekat sungai Ciliwung.Setelah mereka tiba di tempat,Candy,Mama,dan Papa tidak bisa berkata apa-apa.Mereka hanya diam dan menangis.Papa membuka kain yang menutupi tubuh kak Krystal.
                 “Ma,Pa Candy menyesal,kenapa Candy tidak menghalang ka Krystal untuk tidak mengambil laptopnya!kenapa Candy malah diam saja!”Candy menangis sangat kencang.
                 “Candy sudah jangan menangis!itu bukan salah kamu.Kamu harus ikhlas,ini cobaan dari Allah,karena kita selalu merusak alam,jika kita baik terhadap alam,alam juga akan baik dengan kita.Kamu harus kuat ya!karena tidak ada manusia yang bisa menentang takdir.Suatu saat mama dan papa juga akan meninggalkan kamu.Kamu jangan sedih lagi ya! Masih ada Mama dan Papa disini,”kata papa sambil memeluk Candy dan mama.
“Iya Pa..,”kata Candy sambil mengusap air matanya.
                 “Sekarang kita harus memawa kak Krystal ke pemakaman,agar arwahnya tenang!ayo Candy,”kata mama.
                 “Iya ma,”jawab Candy pasrah.
Mereka bertiga segera menuju tempat pemakaman.Candy sedih sekali,karena tidak bisa menolong kak Krystal.Banjir itu masih megisakkan kesedihan yang mendalam bagi Candy,dan keluarganya.Jasad mbok Yem tidak juga diketemukan oleh tim SAR.Candy hanya bisa bersabar dan terus bersabar.Sekarang,Candy sudah menjadi anak tunggal di keluarganya.Setiap ada waktu luang ia pergi ke makam kak Krystal menceritakan kisah-kisah barunya.Memang dari dulu kak Krystal adalah tempat untuk menceritakan segala sesuatu dalam benak Candy.Tetapi Candy masih bersyukur karena masih memiliki Mama dan Papa yang sangat sayang kepada Candy.Candy pun akan selalu berjanji mulai sekarang sampai nanti untuk menjaga kebersihan.

TAMAT


 

 

 

Nama : Faradhila Septiana
SMP Dharma Karya UT
Jln. Talas II/30 Pondok Cabe Ilir Pamulang Tangerang Selatan
Kelas : 7(tujuh )
Usia : 12 tahun

Jalan-jalan Mengelilingi Hutan

           Pada suatu  hari  Ifan pergi ke  hutan yang  sangat luas,  hutan itu terlihat indah karena dedaunan yang sangat subur dan tampak sangat istimewa. Hutan itu banyak tumbuhan yang berwarna-warni Ifan sangat senang melihat tumbuhan yang berada di hutan ini.  Ifan ingin memelihara hutan ini sampai lama nanti, bumi terlihat indah karena dedaunan yang hijau dan tumbuh subur. Ifan berfikir karena ulah manusia bumi menjadi hancur,  hutan yang hijau, indah ,dan istimewa menjadi tempat terindah dalam hidupnya. Ifan ingin merawat bumi agar tidak hancur karena ulah manusia.  Saat Ifan berjalan ke dalam hutan ada seorang kakek tua yang berada di sebuah gubuk yang sederhana. 
      “Siapa kakek sebenarnya, dan mengapa kakek berada didalam hutan ini?” tanya Ifan 
       “Saya kakek Abdul, saya memang tinggal di sini.” jawab kakek
       “Boleh saya menjelajahi  hutan ini,” tanya lagi 
        “Baik tapi kamu harus berhati-hati karena hutan ini sangat luas, atau mau kakek  antarkan?” sahut kakek 
       “Baik Kek, boleh-boleh saja!!” sahut Ifan. Sudah di tengah jalan (Ucap Ifan dalam hati sambil jalan) hutan ini sangat indah sekali, saat di depan hutan tadi pohon tidak ada yang ditebang, tetapi mengapa  di tengah-tengah hutan ini banyak pohon yang ditebang dengan sembarangan tetapi mengapa orang-orang yang tahu hutan ini harus menebang pohon sembarangan. Saat  jalan berapa jam Ifan berhenti di pohon yang subur.  Ifan menatap pohon-pohon yang berada  di hutan sekaligus mengatakan, “Indah poho-pohon yang ada di hutan ini.”  Ifan menyabut singkong dan ubi untuk dibakar lalu dimakan  bersama kakek  Abdul saat singkong dan ubi dibakar kakek Abdul bicara.
          “Kenapa kamu pergi ke hutan ini?” tanya si kakek Abdul 
          “Ifan ingin melihat pohon-pohon yang berdaunan hijau?” jawab Ifan 
         “Memangnya di rumahmu tidak ada pohon-pohon yang hijau?” tanya si kakek
         “Ada dong,  Kek tapi tidak seindah di hutan ini!!..” sahut Ifan
         “Memang di hutan ini sangat indah tetapi selalu ada orang yang menebangkan pohon-pohon di hutan ini dengan mengumpat-ngumpat karena takut dilaporkan ke warga.” Ucap kakek
          “kenapa tidak kakek laporkan ke warga sini?” tanya Ifan 
           “Kakek mau menyelidiki lebih jauh dulu agar warga percaya.” Sahutnya
           “Oh.ya sudahlah, Kek singkong dan ubinya sudah matang belum itu, Kek?” tanya Ifan 
           “Sudah tuh…Ya sudah kita makan dulu.” Sahut kakek  sambil mengambil singkong dan ubi. Ifan dan kakek memakan tumbuhan alami itu, sesudah habis makan itu Ifan dan kakek Abdul jalan ke gubuk tepat tinggal kakek Abul  karena sudah larut malam, dan besok melanjuti perjalanannya lagi. Saat matahari sesudah terbit, Ifan dan kakek Abdul melanjutkan perjalanannya dan menjelajahi hutan lebih teliti karena ingin tahu siapa yang menebang pohon-pohon di hutan ini. Sesudah berjalan jauh ada orang yang lagi atau sedang menebang pohon di hutan ini. Sesudah menyelidiki Ifan bertemu dengan seorang anak kecil yang bernama Andri, Ifan bertanya kepada Andri.
            “Apa kamu juga menyayangi bumi?” Tanya Ifan 
            “Iya saya sayang sekali dengan bum i.” jawab Andri 
           “Oh….ya sudah  kita jelajahi hutan ini bersama…. Apa kamu sendirian ke hutan ini?” Ifan mengajak Andri  jelajahi  hutan ini 
            “Yuk…. Iya,” jawabnya.  Mereka berjalan bersama terdengar suara air yang deras dari sebelah barat.  Mereka manuju suara air yang deras itu ternyata airnya  jernih.  Mereka mencari ikan di sungai itu untuk lauk makan siang. Ikan itu dibakarnya dan dilahapnya. Acara selanjutnya mereka menanam pohon, dan berjanji akan kembali setelah pohon itu tumbuh. Ifan membayangkan suatu hari nanti pohon itu akan menaungi ala mini, sehingga menjadi hutan lebat. Ifan menceritakan penjelajahannya kepada orang tuanya. 
            “Dengan siapa kamu menjelajahi hutan itu ?” Ibu Ifan bertanya 
             “Sendiri, tetapi saya bertemu dengan kakek tua dan anak seumuran saya tapi dia lebih muda dari saya, kakek tua itu bernama Abdul dan anak itu bernama Andri. “jawab Ifan 
              “Oh… ya sudah, melihat tumbuhan apa saja kamu di hutan sana?” Tanya Ibu 
            “Banyak dong Bu, beberapa bulan lagi saya akan balik ke hutan itu, bolehkan,  Bu?” jawab dan Ifan bertanya
           “Iya baik tapi hati-hati kamu!..” jawab ibu 
           “Oke,  Bu.”  jawab Ifan. Sesudah bercerita Ifan melihat kameranya yang terdapat foto tumbuhan di hutan itu dan ia masih membayangkan tumbuhan-tumbuhan yang besar, indah, istimewa, dan menakjubkan. Pada hari libur  ifan pergi ke kebun yang menjual tumbuhan hijau dan ia membelinya untuk barang koleksi karena Ifan menyayangi bumi.Ifan tidak ingin bumi ini menjadi hancur karena ulah manusia, Ifan ingin melakukan reboisasi di hutan-hutan yang gundul Indonesia.Saya ingin hutan-hutan di Indinesia menjadi hijau semua dan bumi ini tidak akan terkena bencana-bencana yang telah terjadi selama di Indonesia ini setelah keesokan hari Ifan kembali ke hutan itu lagi untuk melihat pohon yang ia tanam dan sekaligus melihat suasana di hutan itu, saat di tengah jalan Ifan melihat orang yang menebang pohon secara liar lalu Ifan menyusulinya dan menegur orang yang menebang pohon.
          
         “Siapa kau? Seenaknya menebang pohon sembarangan.” Tanya Ifan kesal 
         “Saya penjual kayu-kayu yang baru ditebang, biarkan saja saya senang kayu-kayu yang ada di hutan ini karena bagus .” jawab si penebang kayu dengan muka biasa saja, tanpa rasa bersalah 

         “Seharusnya kau memilih pohonnya terlebih dahulu jangan asal tebang saja nanti hutan ini akan gundul kalau kau menebang sembarangan, memang pohon di hutan ini bagus tapi kau harus memikirkan bumi ini ke depannya nanti akan menjadi apa kalau gundul. “beritahu Ifan oleh emosi (muka memerah)
            “Siapa kau, mengatur –ngatur saya, biarkan saja yang penting saya menjadi orang yang sukses, hahahaha. “jawab si penebang kayu dengan tidak memikirkan bumi dan seperti orang yang tidak punya salah 
          “Saya bukan mengatur kau tetapi saya hanya mengingatkan, agar bumi ini tidak hancur karena  penebangan pohon secara liar, asal kau tau penebangan pohon tuh bukan hal yang sepele untuk menjaga bumi. “beritahu Ifan dengan sensitif.
              “Sudah kau jangan berbicara lagi, gara-gara kau pekerjaan saya tidak selesai – selasai .” jawab penebang kayu, lalu Ifan meninggalkan si penebang kayu itu, sesudah Ifan berjalan jauh, Ifan memikirkan orang  yang menebang kayu tadi karena orang itu sangat aneh menurut Ifan, setelah Ifan berfikir panjang. Ifan mempunyai ide untuk membuka akal si penebang kayu, Ifan berusaha untuk keluar dari hutan lalu mengatakan ke warga di sekitar situ dan akhirnya warga dan Ifan ke dalam hutan untuk melihat dan menegurnya lagi lalu Ifan memberitahukan ke penebang itu. 
              “Apa kau sekarang sudah memikirkan bumi ke depannya nanti ? “ Tanya Ifan tanpa kata kesal 
             “Ya, saya baru sadar kalau pohon itu berguna untuk manusia yang hidup di bumi agar bumi tidak hancur.” Jawab si penebang kayu dengan kata – kata sadar 
             “Ya, baguslah kalau kau sadar, kalau pohon itu penting.” Sahut Ifan sambil memandang pohon-pohon yang ada di hutan.Penebang pohon pun sadar bahwa tumbuhan tuh untuk hidup kita juga karena kalau tumbuhan berkurang oksigen pun berkurang jadi penebang  pohon janji tidak akan menebang pohon sembarangan lagi.

Nama : Fazya Khuzayma Fendris
SMP Dharma Karya UT
Jln. Talas II/30 Pondok Cabe Ilir Pamulang Tangerang Selatan
Usia : 12 tahun

                                   Aku Harus Mengubah Kepribadianku
         Perkenalkan, namaku Lissa. Aku kelas IX di SMP Dharma Karya. Hobiku? Ya.. hobiku cuma duduk di depan komputer, browsing, dan chatting. Aku gak pernah main keluar rumah, karena menurut ku main keluar itu gak asik. Bikin kulit kering kalo kena matahari, bikin keringatan, pokoknya gak asik deh! Namun, hari ini sekolah ku mengadakan acara ‘Go Green’. Jadi acara nya itu semua murid di beri tanggung jawab untuk merawat dan menumbuhkan pohon dari mulai bibit sampai menjadi pohon mini atau biasanya disebut bonsai. Semua murid senang mendengar acara itu kecuali aku, ya karena aku juga gak suka bercocok tanam. Ini termasuk tantangan buat ku, habis mau gimana lagi, semua murid harus melakukan ini. Jadi mau gak mau aku jalanin aja dulu.
         “Lissa!” seseorang meneriakan namaku. Aku yang dari tadi sedang asyik berkutat dengan komputer ku lantas menuruni tangga untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang memanggilku karena kamar ku berada di lantai 2.
          “Hai Andien, Ken, Andjani” sapaku. “Ada apa nih tiba tiba datang ke rumah ku?” tanya ku. “Eumm.. kami cuma mau ngajak kamu ngerjain tugas buat acara ‘Go Green’ Liss..” jawab Ken. 
           “Tugas menanam dan merawat bonsai itu?”
           “Iya”
           “Aku mau ngerjain sendiri aja deh, aku lagi malas main keluar” 
           “Yahh.. kamu kan emang gak pernah mau kalo kita ajak main keluar. Tapi mohon Liss.. kali ini ajaa.. demi tugas ini. Kamu harus mau main keluar, biar sehat Liss, biar tau dunia sosial itu kayak gimana” 
            Aku tahu teman teman ku sangat inigin menanam pohon bersamaku, namun aku tetap pada pendirian ku, aku menolak mereka. Dengan wajah kecewa, teman teman ku pun pulang. Aku kembali ke kamar ku, kurenungkan kata kata teman teman ku tadi “Kamu harus mau main keluar Liss, biar kamu tau dunia sosial itu kayak gimana” sebenernya kata kata mereka ada benar nya juga, aku emang gak pernah keluar rumah. Tapi kayaknya aku masih belum siap untuk , merubah kepribadian ku ini. Sungguh sulit rasanya. Namun suatu saat kuharap aku bisa.
        Jam menunjukan pukul 11.00, seperti biasanya. Kelasku memang dapat jadwal masuk siang karena kekurangan kelas. Selesai bersiap, aku pun berangkat ke sekolah di antar oleh supir keluargaku. Sesampainya aku di sekolah, pemandangan seperti biasa yang kudapat. Terik, gersang, panas. Ya, saat ini memang sedang musim kemarau. Sekolahku juga sedikit pohonnya, pemandangan ini memang sudah menjadi makanan sehari hari aku dan teman teman sekolahku. Entah kapan sekolahku bisa menjadi lebih baik. 
        “Melamun Liss?” seseorang membuyarkan lamunan ku saat istirahat. Ternyata Bu Rahma! 
        “Eh.. eng.. engga ko.. mm.. ada apa, Bu?”
        “Gak ada apa apa kok. Ibu juga mikirin apa yang kamu pikirin loh..”. beliau duduk di sebelah ku.
        “Ibu juga mikirin hal itu. Kapan sekolah kita bisa jadi lebih baik, kapan sekolah kita di Tanami banyak pohon, kapan sekolah kita bisa jadi lebih teduh..” beliau menghela napas panjang. “Apa kamu tau tujuan di adakannya acara Go Green itu Liss?”
        “Engga Bu”
        “Nanti pohon pohon yang kalian rawat itu akan di tanam di bagian bagian sekolah kita yang gersang. Makanya semua murid harus mengerjakan tugas menanam itu..” jelas bu Rahma
        Tidak terasa bel masuk sekolah berbunyi. Menghentikan pembicaraan ku dengan Bu Rahma.terik matahari semakin menjadi jadi. Masa depan sekolah ku mungkin tidak pasti. Tapi satu yang pasti, Bu Rahma memikirkan apa yang aku pikirkan. 
         Hari ini sekolah ku diliburkan karena anak kelas VII sedang study tour. Langkah kakiku membawaku ke sebuah taman kecil. entah kenapa hari ini aku merasa ingin sekali keluar rumah. Sampailah aku di sebuah taman kecil yang gersang, tanamannya nya pun sudah agak layu. Aku duduk di bangku taman, melihat sekeliling, seperti nya aku merasa pernah melihat pemandangan ini. Aku ingat! Waktu aku kelas 5 SD ibu kupernah membawaku kesini! Tapi, taman ini dulu tidak seburuk ini. Tanamannya subur, pohon pohonnya terawat. Kalau tidak salah rumah yang di seberang itu rumahnya pa Yono, Cuma beliau yang setiap hari merawat semua tanaman disini. Tapi, kenapa taman ini menjadi seperti tidak terurus begini? Tanya ku dalam hati. Karena penasaran, aku pun menuju rumah pa Yono yang bearada di seberang taman. Kebetulan! Ada seorang nenek mungkin umurnya berkisar 50 tahunan sedang menyapu di depan halaman rumah pa Yono.
          “Assalamualaikum bu, apa benar ini rumah pa Yono?”
          “Waalaikumsallam, iya benar ini rumah Almarhum pa Yono. Ada apa ya nak?”
          “Almarhum?”
          “Iya nak. Pa Yono sudah meninggal 5 bulan yang lalu. Saya istrinya. Memangnya ada apa nak?”
          Pantas saja taman ini tidak terurus. Orang yang biasanya tiap hari mengurus taman ini sudah tiada..
          “Nak? Kok melamun? Kenapa tadi menanyakan soal pak Yono?”
          “eh.. ngg… itu bu, jadi saya kesini sebenarnya mau nanya soal taman ini. Soalnya seingat saya dulu taman ini bagus banget. Tanaman nya subur, sejuk, tapi sekarang jadi gersang, tanaman nya layu, rumput nya juga udah gak terurus lagi. Ternyata pak Yono udah engga ada ya bu?”
          “Iya nak.. dari dulu pak  Yono memang cinta banget sama taman ini. Setiap hari tanamannya selalu di siram, rumput rumputnya di potong sebulan sekali. Tapi semenjak beliau tiada, taman ini terlantarkan begitu saja.. saying sekali..”
          “Oh begitu ya bu.. emm.. kalo begitu saya pamit duu ya bu. Makasih atas info nya. Assalamualaikum..”
          “Waalaikumsallam”
          Aku kembali ke tempat ku semula. Dudukdi bangku taman sendirian. Tiba tiba seorang anak kecil dating sambil membawa botol berisi air mineral. Seketika anak itu berjongkok di depan tanaman tanaman yang layu itu, menuangkan air mineral nya ke tanaman tanaman itu. Begitu malu diriku, anak kecil saja sudah punya kemauan untuk merawat tanaman yang sudah layu sedangkan aku? Jangankan merawat tanaman layu, mengerjakan tugas menanam bonsai saja aku benar benar keberatan. Sepertinya sudah saatnya aku merubah kepribadian ku ini, ini belum terlambat.
          Sore yang cerah. Aku gak tau mau melakukan apa. Jadi aku memutuskan untuk mulai menanam bonsaiku. Aku berjalan menuju balkon, tempat ku meletakan bibit bonsai di dalam pot. Kubawa pot itu ke taman di halaman rumah ku, dengan perlahan ku isi pot itu dengan tanah, di letakan bibit nya di tengah tengah, ku siram dengan air sedikit demi sedikit, ku beri pupuk sedikit lalu ku letakan pot di itu di tembok dekat pagar agar terkena sinar matahari. 
        Semua selesai! Hhh.. ternyata menanam begini sama enak nya dengan bermain komputer.. ujar ku dalam hati.tampak nya, aku akan menyukai rutinitas ku merawat bonsai ini!
        Hari hari ku kini kuisi dengan bersantai di halaman rumah sambil mengamati pertumbuhan bonsai ku itu. Aku menikmati rutinitas baru ku ini, kelihatannya rutinitas ku yang baru ini lebih sehat dibandingkan berkutat dengan komputer. Selain lebih banyak bergerak, Aku juga lebih sering terkena sinar matahari pagi. Sedang asyik melamun, kulihat 3 orang teman ku Andien, Ken, dan Andjani lewat di depan rumah ku.
  “Andien, Ken, Andjani!!” panggil ku
  “Lissa? Kamu ngapain? Tumben nih di halaman, biasanya jam segini kamu lagi main komputer di kamar mu” tanya Andien
  “Aku lagi mengamati pertumbuhan bonsai ku, gimana? Bonsai kalian udah tumbuh?” 
  “Wuihh.. kayaknya temen kita yang satu ini udah merubah kepribadiannya nih!” ledek Ken. “Punya kami sudah lumayan tumbuh Liss, gimana dengan punya mu?” lanjut Andjani. “punya ku juga sudah lumayan tumbuh” jawabku. “Aku baru tahu, ternyata menanam pohon itu asyik ya? Hehehe… aku nyesel selama ini aku gak dengerin kalian, ternyata main keluar rumah itu gak kalah menyenangkan dengan bermain komputer. maafkan aku ya..” ujar ku polos
  “Kami senang kamu udah merubah kepribadian kamu Liss. Kamu udah sadar kesalahan kamu selama ini. Kami senang ngeliat kamu kayak gini” jelas Andjani. “Kami semua senang Liss..” tambah Ken
  Terima kasih sudah menyadarkan ku atas semua kesalahan ku teman teman. Karena kalian aku berubah. ya.. aku sudah berubah, berubah menjadi diriku yang lebih baik! Sekali lagi, terima kasih teman teman!  

 

 

Login

Go to top